Selasa, 15 Maret 2011

Wisata Aceh - Pantai



Pantai kasih adalah pantai yang paling dekat dengan kota Sabang. 
Hmm..... sekitar 2 km ke arah barat daya juga terdapat pantai berbatu dengan banyak pepohonan kelapa disepanjang semenanjung. Dan disepanjang semenanjung ini juga dapat ditemui beberapa peninggalan Perang Dunia ke-2 lhooo..... yang berupa benteng-benteng senjata berat seperti meriam.. (WoW..... >,<)

Tapi masih ada pantai lagi jika kita terus mengikuti sepanjang pantai tadi, kira-kira 2 km lagi, maka akan sampai di Pantai Tapak Gajah. Jika diteruskan lagi maka akan sampai di Pantai Sumur Tiga dengan pasir putih yang halus dan airnya yang begitu jernih sangat ideal untuk berenang dan snorkel. >,<
Jika diteruskan lagi dari pantai Sumur Tiga maka akan sampai di Pantai Ujung Kareung. Di Pantai Ujung Kareung ini sangat banyak terdapat terumbu karang, ikan-ikan karang, dan juga ibntang laut yang ada didekat pantai.
Dan ada juga pantai Gapang yang tak kalah indahnya dan luasnya juga, yaitu terdapat di sebelah barat kota Sabang, tak jauh dari desa Iboih.

Pantai Kasih
Pantai Ujung Kareung
Pantai Sumur Tiga
Pantai Gapang









Itulah dia pantai yang terdapat di Prov.NAD, tepatnya di Sabang.
Aceh kaya akan pantai-pantai nya. Dan rata-rata semua pantainya memiliki pasir yang putih dan halus.

Ih.....keren ya pantai nya...
Sebagai tetangga nya Prov.NAD.

Kapan kapan Visit Aceh ah....... ^^

Read More......

Wisata Aceh - Taman Laut Rubiah




Ada yang tau tidak dimana letak Taman Laut Rubiah?
Wah...wah.... Taman Laut Rubiah itu terletak sekitar 23,5 km sebelah barat kota Sabang, letaknya bersebelahan dengan desa Iboih.
Pemerintah Indonesia telah menentukan daerah perairan ini, sekitar 2600 hektar / sekitar pulau Rubiah sebagai daerah special nature reserve. Air disana relatif tenang dan juga sangat jernih karena terletak di teluk Sabang.

Laut Rubiah diisi oleh bermacam terumbu karang yang indah dan ikan yang bermacam-macam warnanya. (Pokoknya pemandanganny indah deh...)
Dan juga dapat ditemukan gigantic clams, angel fish, school of parrot fish, lion fish, sea fans, dan banyak lagi deh..... ^^

Pantai Iboih













Di pantai ini kita dapat berjemur dibawah sinar matahari, apalagi pasirnya yang halus dan putih membuat semakin nyaman untuk berjemur.
Tempat wisata Aceh inilah yang merupakan surganya bagi turis penggemar snorkel dan selam, karena bagi penggemar snorkel atau yang bisa masuk menyelam ke laut dapat melihat octopus dan stingrays.

Bagi pendatang yang ingin bermalam, dapt menginap di akomodasi yang tersedia di desa Iboih. Desa Iboih itu adalah desa yang kecil dengan kondisi dan layanan penduduk yang sangat menunjang kenyamanan dalam menikmati atraksi alam sekitar.
Kerenn.......
Sekali sekali kesan yukk..... hehe :D

Read More......

Kuliner Aceh > Mie Kepiting Aceh



Saya gak tau banyak sih soal kuliner Aceh, bukan gak tau semuanya. Yang pasti taulah sedikit :) .
Karena kebetulan bertetangga dengan Aceh, apalagi satu pulau, yaitu Sumatera.
Pastinya ada juga kan kuliner Aceh di Sumut. Jadi bisa deh mencicipi masakan Aceh yang memiliki cita rasa yang tak kalah luar biasanya.

Jangan bilang belum pernah makan "Mie Kepiting Aceh". Mie kepiting Aceh hampir sama resepnya dengan Mie Aceh. Walaupun belum pernah makan INGAT JANGAN KATAKAN BELUM PERNAH MEMAKANNYA!!!


Tapi setelah mengatakannya kamu harus mencobanya. Kamu tidak perlu beli, kamu hanya cukup membuatnya saja dengan resep yang saya dapat dari Internet (debluelover.multiply.com)

Baca dan praktekkanlah resep Mie Kepiting Aceh berikut ini ^^

BAHAN:


  • 500 gr mi kuning basah
  • 150 gr daging sapi + 100 gr urat sapi (optional), rebus dengan 700 ml air hingga lunak, sisihkan kaldunya (ukur kurang lebih sebanyak 500 ml)
  • 150 gr udang, kupas, sisakan ekornya, kerat bagian punggungnya, bersihkan. (bagian kepalanya dibuat kaldu dengan air sebanyak 300 ml air, saring, dan ukur kaldunya sebanyak 200 ml)
  • 1 ekor cumi ukuran sedang, bersihkan, potong melintang 1 cm  
  • 1 ekor kepiting, bersihkan, kukus selama 25 menit
  • 8 bh bawang merah, iris halus
  • 3 siung bawang putih, iris halus
  • 100 gr taoge
  • 100 gr kol, iris kasar
  • 2 butir telur, kocok lepas (optional)
  • 1 sdt cabai bubuk
  • 1 sdt kari bubuk
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 bh tomat potong-potong
  • 2 btg daun seledri, iris halus
  • 1 btg daun bawang, iris halus
  • garam, merica dan gula pasir secukupnya
  • 3-4 sdm minyak goreng
BUMBU HALUS:
  • 6 bh cabai merah
  • 5 buah cabai rawit
  • 8 bh bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 cm kunyit
  • 5 bh kapulaga
  • 1/2 sdt jintan, sangrai
  • 1/2 sdt adas manis,sangrai
  • 1 sdt ketumbar, sangrai
  • garam secukupnya

PELENGKAP:
  • emping goreng dan bawang goreng
  • Acar ketimun bawang dan wortel
  • jeruk nipis
CARA MEMBUAT:
  1. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai kuning, tambahkan bumbu halus, tumis terus hingga harum dan matang, masukkan daging, urat, udang dan cumi sambil diaduk hingga berubah warna.
  2. Tambahkan kaldu sapi dan udang, tutup wajan, biarkan mendidih.
  3. Masukkan kepiting beserta sarinya, mie, seledri, daun bawang, dan telur kocok. Tambahkan kecap manis, cabai bubuk, kari bubuk. tomat,  taoge, kol, garam, gula pasir dan merica aduk hingga layu dan bumbu meresap.
  4. Angkat, sajikan dengan pelengkap.


(Hehe....... Saya ngaku deh XD
Sesungguhnya saya belum pernah makan Mie Kepiting Aceh, tapi yang saya makan adalah Mie Aceh nya saja ^^.
Kalau begitu, mari kita lomba memasaknya dan menentukan masakan siapa yang palinh ENAK!

Pastinya saya dong!!! HaHA.... :D)

Read More......

Senin, 14 Maret 2011

Kuliner Aceh > Gule Pliek U



Kuliner Aceh yang satu ini cita rasa sajiannya mirip cita rasa India lhoo.... mungkin karena pengaruh kedatangan pedagang dari India ya....? hehe.... mungkin sih (soalnya aku belum lahir waktu kedatangan para pedagang India)
Rempah daun yang banyak dipakai di dapur Aceh adalah daun salam koja yang dikenal pula dengan istilah daun temurui. Biasanya, orang Aceh menanam sendiri daun rempah ini di halaman rumah mereka. Karena, daun salam koja hanya bisa diperoleh di pasar tradisional di pedagang khusus. (Ooo.....gitu ya 0.o)
Baik deh....... Ayolah sama-sama kita membuat masakan dari salah satu kuliner Aceh.


Bahan


  • 200 gr plik u
  • nangka muda
  • pepaya muda
  • melinjo
  • daun melinjo, rajang
  • terong (kalo suka)
  • kacang panjang
  • 100 gr kacang tanah (boleh lebih)
  • 100 gr udang (boleh lebih)
  • 3 btg serai, rajang pangkalnya, memarkan ujungnya
  • 15 lbr daun jeruk, dirajang halus

  • 5 siung bawang merah, rajang
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 4 gelas santan
  • 1 ons cabe hijau, rajang kasar (klo gak suka pedes, kurangin aja)
  • garam

Bumbu Halus

  • 6 cabe kering
  • 3 cabe merah
  • 5 cabe rawit
  • 3 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 1/2 sdt jintan
  • 1 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 1 sdt ketumbar

Cara membuat

  1. Rendam plik u dengan air panas kira2 10 menit. Tiriskan. Cuci dengan air dingin. Tiriskan. Blender sampai halus.
  2. Jerang air. Masukkan plik u dan bumbu halus plus garam.
  3. Masukkan melinjo.
  4. Masukkan kacang tanah dan udang.
  5. Masukkan santan.
  6. Masukkan sayuran yang sudah dipotong-potong (jgn terlalu kasar) dan semua bahan.
  7. Masak sampai matang.
  8. Santap dengan nasi hangat dan ikan asin goreng kering
Hmm......memang iya lho kalau rasanya agak seperti masakan India yang dijual-jual dekat rumah. Hehe :D


sebagian dikutip dari : www.aceh-online.com

Read More......

Kesenian Tradisional Masyarakat Gayo - Didong



Masyarakat Gayo tetap melestarikan seni budaya mereka lho. Salah satunya adalah Didong.
Apa itu Didong?? Ah... kamu harus tau ya, tidak boleh tidak tau!
Didong adalah seni pertunjukkan yang dilakukan oleh para lelaki secara berkelompok dan biasaya berjumlah 15 orang, ekspresi yang digunakan bebas, sambil duduk bersila tau sambil berdiri dan sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Para seniman didong disebut ceh-ceh didong (Ih...lucu ya namanya ^^)
Mereka melatunkan syair-syair berbahasa Gayo dengan suara yang merdu sambil menabuh gendang, bantal, atau panci dan bertepuk tangan secara bervariasi, sehingga memunculkan suara dan gerak yang indah dan menarik.

Seni pertunjukan didong ini menjadi kebanggaan masyarakat Gayo dan mampu bertahan sampai sekarang walaupun teknologi sudah berkembang pesat.
Yang anehnya, mereka tidak bosan-bosannya menyaksikan ceh-ceh didong itu berdidong di setiap malam minggu dari pagi hingga malam.
Mungkin karena bangganya dengan didong. ^_^

Seni ini terdapat di Kabupaten Aceh Tengah.

Read More......